Apa yang baru di bulan Maret ini?

Ada yang baru di bulan Maret, sesuatu yang spesial. Aku pun tidak ingin melewatkannya begitu saja. Termasuk ingin berbagi kebahagiaan juga untuk kamu 🙂

 

PEACE Potato Chips Snack..

Get All the peace..

 

IMG-20170313-WA0000

7 variant/rasa sesuai selera kamu :

– Original

– Barbeque

– Smokebeef

– Saltcheese

– Sweetcheese

– Seaweed

– Balado

Favoritmu yang mana? 🙂

 

Mau jadi Agen atau Reseller?

Bisa banget, cuma 500ribuan..   ♥♥♥♥

 

Info Keagenan/Reseller :

Call/WhatsApp 083898236062

Call/Line 081219293388

www.facebook.com/renniariestha

IMG-20170311-WA0004

Netto : 50 gram

Sudah ada legalitas dari Dinkes berupa PIRT (khusus untuk UKM)

BPOM (untuk pabrikan besar/corporate) fungsi sama..

Produk Home Made

Pengiriman dari Jakarta Timur.

Pembangunan di Zaman Soekarno dan Soeharto

Info Indonesia

jembatan-semanggi2
Kasihan amat. Bundaran HI itu Soekarno yang bikin begitu pula Jalan Thamrin, Sudirman, Gatot Soebroto, By Pass yang rimbun dgn pepohonan. Itu dulu. Sekarang pepohonan di jalan Thamrin, Sudirman, dan By Pass digunduli di zaman Jokowi Ahok. Kalau nanam bunga di Bundaran HI dianggap prestasi bagus, kasihan amat.
Pedestrian RSCM itu dari zaman Soekarno sudah ada. Justru sekarang terlalu lebar sehingga jalan jadi sempit dan macet. Berkurang 2 jalur mobil. Coba deh jam 6-7 malam pas jam kerja ke pedestrian RSCM. Macet luar biasa. Bisa 0,5 jam di situ. Sementara Pedestriannya sepi. Mubazir.

Lihat pos aslinya 312 kata lagi

Repost : [FF] Peniti — Jejak-jejak yang Terserak

“Mir, hari Sabtu depan kamu ada di rumah?”

“Hmmm, belum ada rencana untuk pergi sih.”

“Jadi ada di rumah yah?”

“Begitulah.”

“Bapak dan ibumu juga ada di rumah?”

“Ada apa sih kok tanya-tanya tentang bapak dan ibuku.”

“Anu… eee…. aku mau datang ke rumahmu. Aku mau mengembalikan barang yang kupinjam.”

“Memannya kamu pernah meminjam apa dariku?”

“Peniti.”

“Peniti?”

“Iya. Kamu masih Ingat?”

“Oooo…. peniti untuk menggantikan kancing kemeja batikmu yang copot yah? Kejadiannya empaf atau lima bukan yang lalu, kan?”

“Betul sekali. Kamu masih ingat rupanya.”

“Cuma peniti, kamu nggak usah perlu repot-repot untuk mengembalikannya. Aku masih punya banyak kok.”

“Tapi saat itu aku berjanji untuk mengembalikannya.”

“Kalau mau mengembalikannya, bagusnya jangan cuma peniti saja. Harus ada barang lainnya juga dong!”

“Duh, kalau harus ada barang tambahan, itu namanya riba, dong! Hahahahaha.”

“Aku cuma bercanda kok, Ril.”

“Oke. Aku akan datang ke rumahmu pukul sepuluh pagi. Insya Allah.”

****

“Mir, ini peniti milikmu. Dan ini bingkisan untukmu dan juga keluargamu. Bukan riba yah, tapi hadiah.”

“Duh, aku jadi ngerasa nggak enak nih, Ril.”

“Nggak apa-apa, Mir. Aku ikhlas kok. Oh iya, aku datang bersama kedua orang tuaku. Mereka ingin bertemu bapak dan ibumu.”

“Lho, ada perlu apa?”

“Mereka akan meminangmu untuk jadi istriku.”

“Apa?”

“Iya, aku menginginkanmu untuk jadinpendamping hidupku.”

“…”

“Aku sudah membuktikan.”

“Membuktikan apa?”

“Aku sudah menepati janjiku untuk mengembalikan peniti milikmu. Jika aku bisa menjaga peniti yang kecil itu dengan baik, apalagi dirimu?”

melalui [FF] Peniti — Jejak-jejak yang Terserak

MASIH ADA ALLAH SWT

Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung.

Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arsyi Yang Agung.

Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi.

Wahai Dzat yang selalu hidup, Tiada tuhan selain Engkau.

Kepada Rahmat-Mu kami memohon pertolongan.

(Doa Penghilang gundah, gelisah, dan kesedihan)

file_1473546033

 

Disepertiga malam-Mu Ya Rob..

Izinkan aku menikmati sejuknya udara pagi-Mu.

Kurasakan indahnya sepi dalam balutan malam-Mu.

Kerlap-kerlip cahaya bintang dalam pelukan gelap malam-Mu.

Kusentuh rembulan dengan telunjuk indah pemberian-Mu.

 

Biar saja pekat malam menjadi saksi.

Air mata yang tersudut di dasar hati.

Tercekatnya tenggorokan yang menghalangi,

Setiap kata yang sudah tersusun rapi.

 

Dalam diam adalah anggukan yang mewakili bibir ini.

Kuatkan diri menjaga mata dan menata hati.

Jangan sampai berserakan kepingan-kepingan hati ini.

Bila mata tak juga mampu berbohong, air wudhu bisa dijadikan solusi.

 

Tidak pernah sekalipun dendam menghampiri,

Tidak ada secuilpun sesal dan kesal di hati.

Bilakah masih Engkau izinkan untuk merasakan kesedihan ini?

Aku mengerti bila kesedihan tak seharusnya disimpan di hati.

Hanya ingin menikmati rasa yang Engkau hadirkan malam ini.

Dan memberi waktu pada kata-kata untuk dapat menguasai diri.

 

Masih tercekat dan sesak hati yang lemah ini.

Bukan salah siapa-siapa bila aku harus merasakannya seorang diri.

Dalam kesendirian disudut ruang berpenghuni.

Aku bahagia masih memiliki Allah SWT.

Yang menghilangkan kesedihan dan memberikan ketenangan hati.

 

Semoga semua kata-kata yang terdengar di sepertiga malam ini.

Dapat memacu semangat untuk selalu belajar memperbaiki diri.

Untuk tidak berhenti belajar dan mengamalkan ilmu-Mu Ya Robbi.

 

Reni Arista

9 Dzulhijjah 1437 H / 11 September 2016

https://www.inspirasi.co/renniariestha